Peer Reviewers
Proses Peninjauan Sejawat (Peer Review Process)
JURNAL ETNOSFER: Jurnal Budaya, Warisan, dan Peradaban menerapkan proses Double-Blind Peer Review sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas, objektivitas, integritas, dan kredibilitas publikasi ilmiah.
JURNAL ETNOSFER diterbitkan oleh Cakrawala Nusa Press dan berkomitmen memastikan bahwa setiap manuskrip yang dipublikasikan telah melalui proses evaluasi ilmiah yang sistematis dan sesuai dengan bidang keilmuan jurnal.
Dalam sistem Double-Blind Peer Review, identitas penulis dan reviewer tidak diketahui satu sama lain selama proses peninjauan. Model ini diterapkan untuk meminimalkan potensi bias dan memastikan penilaian artikel didasarkan terutama pada kualitas ilmiah, metodologi, kebaruan, relevansi, dan kontribusi akademiknya.
Proses peer review dilakukan melalui Open Journal System (OJS).
1. Tujuan Peer Review
Proses peninjauan sejawat bertujuan untuk:
-
Memastikan kualitas ilmiah manuskrip yang diterbitkan.
-
Menilai kesesuaian manuskrip dengan fokus dan ruang lingkup JURNAL ETNOSFER.
-
Mengevaluasi kebaruan dan kontribusi ilmiah artikel.
-
Memastikan ketepatan metode penelitian dan analisis.
-
Meningkatkan kejelasan argumentasi dan penyajian ilmiah.
-
Mengidentifikasi kelemahan metodologis atau substansial yang perlu diperbaiki.
-
Memastikan penggunaan referensi yang relevan dan memadai.
-
Mencegah publikasi karya yang mengandung plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, atau bentuk pelanggaran etika publikasi lainnya.
-
Membantu editor dalam mengambil keputusan editorial yang objektif dan bertanggung jawab.
Proses peer review merupakan evaluasi ilmiah dan bukan jaminan bahwa setiap manuskrip yang dikirimkan akan diterima.
2. Model Peer Review
JURNAL ETNOSFER menggunakan:
Double-Blind Peer Review
Dalam model ini:
-
Identitas penulis disembunyikan dari reviewer.
-
Identitas reviewer disembunyikan dari penulis.
-
Reviewer memberikan evaluasi secara independen.
-
Komunikasi antara penulis dan reviewer dilakukan melalui editor dan sistem OJS.
-
Reviewer tidak diperbolehkan menghubungi penulis secara langsung mengenai manuskrip yang sedang ditinjau.
Model Double-Blind Peer Review digunakan untuk membantu mengurangi potensi bias berdasarkan identitas, afiliasi, reputasi, maupun latar belakang penulis.
Model dan prosedur peer review jurnal dijelaskan secara terbuka kepada penulis, reviewer, dan pembaca sebagai bagian dari prinsip transparansi penerbitan ilmiah.
3. Tahapan Proses Peer Review
Secara umum, proses peninjauan artikel di JURNAL ETNOSFER terdiri atas tahapan berikut:
Submission → Pemeriksaan Administratif → Screening Editorial → Pemeriksaan Similarity → Penunjukan Reviewer → Double-Blind Review → Keputusan Editorial → Revisi → Review Ulang → Keputusan Akhir → Copyediting → Layout → Proofreading → Publikasi
Setiap tahapan dapat berlangsung berbeda tergantung pada kompleksitas manuskrip, ketersediaan reviewer, kebutuhan revisi, dan respons penulis.
3.1. Submission Manuskrip
Penulis mengirimkan manuskrip melalui sistem OJS JURNAL ETNOSFER.
Penulis wajib memastikan bahwa:
-
artikel merupakan karya ilmiah asli;
-
artikel belum pernah dipublikasikan;
-
artikel tidak sedang diajukan ke jurnal lain;
-
manuskrip sesuai dengan fokus dan scope jurnal;
-
format manuskrip mengikuti Author Guidelines;
-
seluruh penulis telah menyetujui pengajuan artikel;
-
data dan informasi penelitian dapat dipertanggungjawabkan;
-
potensi konflik kepentingan telah diungkapkan;
-
penggunaan AI generatif, apabila ada, mengikuti kebijakan jurnal.
4. Pemeriksaan Administratif dan Editorial Awal
Setelah manuskrip diterima melalui OJS, editor melakukan pemeriksaan awal.
Pemeriksaan meliputi:
-
Kelengkapan manuskrip.
-
Kesesuaian format artikel.
-
Kelengkapan metadata.
-
Kesesuaian judul dan abstrak.
-
Kesesuaian kata kunci.
-
Struktur artikel.
-
Kesesuaian referensi.
-
Kesesuaian bahasa akademik.
-
Kepatuhan terhadap Author Guidelines.
-
Kesesuaian dengan fokus dan scope JURNAL ETNOSFER.
Pada tahap ini, editor dapat meminta perbaikan administratif sebelum artikel diteruskan ke proses peer review.
5. Pemeriksaan Fokus dan Scope
Editor akan mengevaluasi apakah manuskrip sesuai dengan bidang kajian JURNAL ETNOSFER.
Ruang lingkup jurnal mencakup antara lain:
-
budaya;
-
warisan budaya;
-
peradaban;
-
identitas budaya;
-
tradisi;
-
bahasa dan sastra;
-
seni dan ekspresi budaya;
-
sejarah dan memori budaya;
-
etnografi dan antropologi;
-
kearifan lokal;
-
pengetahuan tradisional;
-
masyarakat dan komunitas;
-
budaya digital;
-
pariwisata budaya;
-
pelestarian warisan budaya;
-
pendidikan dan transmisi nilai budaya;
-
perubahan dan transformasi budaya;
-
globalisasi dan budaya;
-
kebijakan serta tata kelola warisan budaya;
-
hubungan budaya dengan pembangunan berkelanjutan.
Manuskrip yang secara substansial tidak sesuai dengan fokus dan scope jurnal dapat ditolak pada tahap editorial awal (desk rejection) tanpa dilanjutkan ke reviewer.
6. Pemeriksaan Similarity dan Orisinalitas
Setiap manuskrip dapat diperiksa menggunakan perangkat lunak pendeteksi similarity/plagiarisme.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi:
-
plagiarisme;
-
self-plagiarism;
-
duplicate publication;
-
text recycling yang tidak semestinya;
-
penggunaan sumber tanpa atribusi yang memadai;
-
indikasi manipulasi publikasi.
Similarity index bukan satu-satunya dasar untuk menentukan adanya plagiarisme. Editor dapat memeriksa sumber yang teridentifikasi dan mempertimbangkan konteks kesamaan teks.
Manuskrip yang terindikasi melakukan pelanggaran serius terhadap integritas akademik dapat ditolak dan/atau ditangani sesuai kebijakan etika publikasi jurnal.
7. Penunjukan Reviewer
Manuskrip yang lolos pemeriksaan awal akan ditugaskan kepada reviewer yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang artikel.
JURNAL ETNOSFER mengupayakan penunjukan minimal dua reviewer independen untuk setiap manuskrip yang memasuki proses peer review.
Reviewer dipilih berdasarkan pertimbangan:
-
Keahlian pada bidang artikel.
-
Rekam jejak akademik dan publikasi.
-
Kompetensi metodologis.
-
Independensi.
-
Tidak memiliki konflik kepentingan dengan penulis.
-
Kemampuan memberikan evaluasi yang objektif dan konstruktif.
Reviewer sedapat mungkin berasal dari institusi yang berbeda dari penulis untuk menjaga independensi proses penilaian.
Prinsip transparansi publikasi merekomendasikan agar jurnal menjelaskan siapa yang melakukan peer review, model review yang digunakan, bagaimana identitas dimask, serta bagaimana keputusan akhir dibuat.
8. Kriteria Penilaian Reviewer
Reviewer diminta mengevaluasi manuskrip berdasarkan aspek-aspek ilmiah dan akademik.
A. Relevansi dan Fokus
Reviewer menilai:
-
kesesuaian topik dengan fokus jurnal;
-
relevansi permasalahan penelitian;
-
relevansi terhadap bidang budaya, warisan, atau peradaban.
B. Kebaruan (Novelty)
Reviewer menilai:
-
tingkat kebaruan penelitian;
-
kejelasan research gap;
-
kontribusi terhadap pengetahuan yang sudah ada;
-
perbedaan penelitian dengan studi terdahulu.
C. Metodologi
Reviewer mengevaluasi:
-
kesesuaian desain penelitian;
-
kejelasan metode;
-
pemilihan objek atau sumber data;
-
teknik pengumpulan data;
-
teknik analisis;
-
validitas atau kredibilitas data;
-
keterlacakan proses penelitian.
Untuk penelitian kualitatif, reviewer dapat memperhatikan aspek seperti kedalaman data, konteks sosial-budaya, posisi peneliti, triangulasi, serta konsistensi interpretasi.
D. Hasil dan Analisis
Reviewer menilai:
-
kejelasan penyajian hasil;
-
ketepatan analisis;
-
hubungan antara data dan argumentasi;
-
konsistensi antara hasil dan tujuan penelitian;
-
kedalaman pembahasan.
E. Kontribusi Ilmiah
Artikel diharapkan memberikan kontribusi yang jelas terhadap:
-
pengembangan ilmu pengetahuan;
-
pemahaman budaya;
-
pelestarian warisan;
-
kajian peradaban;
-
pengembangan teori;
-
pengembangan metodologi;
-
kebijakan atau praktik terkait budaya dan masyarakat.
F. Referensi
Reviewer menilai:
-
relevansi referensi;
-
kualitas sumber;
-
kemutakhiran literatur;
-
kecukupan referensi;
-
konsistensi sitasi;
-
keterkaitan referensi dengan argumentasi artikel.
G. Struktur dan Bahasa
Reviewer juga mempertimbangkan:
-
sistematika artikel;
-
kejelasan argumentasi;
-
kualitas bahasa akademik;
-
konsistensi istilah;
-
kualitas tabel dan gambar;
-
kualitas abstrak;
-
kesesuaian kesimpulan dengan hasil penelitian.
9. Rekomendasi Reviewer
Setelah melakukan penilaian, reviewer memberikan rekomendasi kepada editor.
Kategori keputusan dapat berupa:
1. Accept / Diterima
Manuskrip telah memenuhi standar ilmiah dan tidak memerlukan perubahan substansial.
2. Minor Revision / Revisi Minor
Manuskrip dapat diterima dengan perbaikan terbatas, seperti:
-
perbaikan bahasa;
-
klarifikasi argumentasi;
-
perbaikan referensi;
-
perbaikan tabel atau gambar;
-
koreksi teknis;
-
penyesuaian format.
3. Major Revision / Revisi Mayor
Manuskrip memiliki potensi untuk diterbitkan tetapi membutuhkan perbaikan substansial, misalnya:
-
perbaikan metodologi;
-
pendalaman analisis;
-
penguatan landasan teori;
-
penambahan atau perbaikan data;
-
penguatan pembahasan;
-
penjelasan research gap;
-
perbaikan argumentasi utama.
4. Reject / Ditolak
Manuskrip tidak memenuhi standar ilmiah atau memiliki masalah substansial yang membuatnya tidak layak diterbitkan.
Rekomendasi reviewer merupakan bahan pertimbangan editor dan tidak secara otomatis menjadi keputusan akhir.
10. Prinsip Etika Reviewer
Reviewer JURNAL ETNOSFER wajib menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan rahasia.
Reviewer wajib:
-
Menjaga kerahasiaan manuskrip.
-
Tidak membagikan manuskrip kepada pihak lain tanpa izin editor.
-
Tidak menggunakan data atau ide dari manuskrip untuk kepentingan pribadi.
-
Memberikan penilaian berdasarkan kualitas ilmiah.
-
Memberikan komentar yang objektif dan konstruktif.
-
Menghindari komentar yang bersifat personal atau merendahkan penulis.
-
Mengidentifikasi potensi konflik kepentingan.
-
Menolak tugas review apabila memiliki konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas.
-
Menyampaikan penilaian secara tepat waktu.
-
Memberikan alasan yang memadai untuk rekomendasi editorial.
COPE menekankan bahwa reviewer harus memberikan evaluasi yang objektif dan konstruktif, profesional, serta didukung alasan atau bukti yang relevan.
11. Konflik Kepentingan Reviewer
Reviewer harus menginformasikan kepada editor apabila terdapat potensi konflik kepentingan, termasuk:
-
hubungan profesional yang dekat dengan penulis;
-
hubungan pribadi;
-
hubungan institusional;
-
persaingan akademik;
-
kepentingan finansial;
-
keterlibatan sebelumnya dalam penelitian yang sama;
-
kepentingan lain yang dapat memengaruhi objektivitas.
Apabila konflik kepentingan dianggap dapat mengganggu independensi penilaian, reviewer dapat diganti dengan reviewer lain.
12. Kerahasiaan Proses Review
Seluruh proses peer review bersifat rahasia.
Reviewer tidak diperbolehkan:
-
mengungkapkan identitas dirinya kepada penulis;
-
membagikan manuskrip;
-
menyebarluaskan isi manuskrip;
-
menggunakan informasi yang belum dipublikasikan;
-
mendiskusikan manuskrip dengan pihak lain tanpa izin editor.
Editor juga wajib menjaga kerahasiaan identitas reviewer dan informasi yang diperoleh selama proses review.
13. Keputusan Editorial
Keputusan akhir terhadap manuskrip berada pada kewenangan editor berdasarkan:
-
hasil peer review;
-
kualitas manuskrip;
-
kesesuaian dengan scope jurnal;
-
kepatuhan terhadap etika publikasi;
-
kualitas revisi;
-
komentar dan rekomendasi reviewer;
-
pertimbangan editorial lainnya.
Keputusan editor dapat berupa:
| Keputusan | Keterangan |
|---|---|
| Accept | Artikel diterima untuk publikasi |
| Minor Revision | Artikel memerlukan revisi ringan |
| Major Revision | Artikel memerlukan revisi substansial |
| Reject | Artikel tidak dapat diterbitkan |
Editor tidak berkewajiban mengikuti rekomendasi reviewer apabila terdapat alasan akademik dan editorial yang dapat dipertanggungjawabkan.
14. Revisi Manuskrip
Apabila artikel memerlukan revisi, penulis harus memperbaiki manuskrip berdasarkan komentar reviewer dan editor.
Penulis disarankan menyediakan:
-
Manuskrip versi revisi.
-
Dokumen tanggapan terhadap komentar reviewer (Response to Reviewers).
-
Penjelasan perubahan yang telah dilakukan.
-
Penjelasan akademik apabila penulis tidak mengikuti rekomendasi tertentu dari reviewer.
Tanggapan terhadap reviewer harus disusun secara profesional dan berbasis argumentasi ilmiah.
15. Review Ulang (Re-Review)
Untuk manuskrip dengan major revision, editor dapat mengirimkan kembali artikel kepada reviewer sebelumnya atau reviewer lain.
Review ulang dilakukan apabila editor menilai bahwa perubahan yang diminta memiliki pengaruh substansial terhadap:
-
metodologi;
-
hasil;
-
analisis;
-
pembahasan;
-
argumentasi;
-
kontribusi ilmiah.
Artikel dengan revisi minor dapat dinilai langsung oleh editor apabila perubahan yang diminta tidak memerlukan review ulang.
16. Perbedaan Pendapat Antar-Reviewer
Apabila terdapat perbedaan pendapat yang signifikan antar-reviewer, editor dapat:
-
melakukan evaluasi editorial tambahan;
-
meminta klarifikasi;
-
meminta reviewer melakukan evaluasi ulang;
-
menunjuk reviewer tambahan;
-
mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan ilmiah dan editorial.
Tujuannya adalah memastikan keputusan tidak didasarkan pada satu penilaian secara tidak proporsional.
17. Penolakan pada Tahap Editorial (Desk Rejection)
Editor dapat menolak manuskrip tanpa mengirimkannya kepada reviewer apabila:
-
tidak sesuai dengan scope jurnal;
-
tidak memenuhi standar akademik minimum;
-
memiliki kelemahan metodologis yang mendasar;
-
manuskrip tidak lengkap;
-
format artikel tidak memenuhi ketentuan secara signifikan;
-
terdapat indikasi plagiarisme atau pelanggaran etika;
-
artikel tidak menunjukkan kontribusi ilmiah yang memadai;
-
artikel tidak sesuai dengan standar publikasi jurnal.
Desk rejection merupakan bagian normal dari proses editorial dan tidak berarti bahwa penulis melakukan pelanggaran etika.
18. Integritas dan Independensi Editorial
Keputusan editorial harus didasarkan pada pertimbangan akademik dan kualitas ilmiah manuskrip.
Keputusan tidak boleh dipengaruhi oleh:
-
hubungan pribadi;
-
status sosial;
-
institusi asal penulis;
-
kebangsaan;
-
agama;
-
gender;
-
etnis;
-
kepentingan komersial;
-
tekanan eksternal;
-
reputasi penulis.
Prinsip transparansi dan praktik terbaik dalam penerbitan ilmiah menekankan bahwa keputusan editorial harus didasarkan pada scholarly merit dan tidak dipengaruhi oleh latar belakang atau asal penulis.
19. Estimasi Waktu Peer Review
JURNAL ETNOSFER berupaya menjalankan proses peer review secara efektif dan tepat waktu.
Namun, durasi proses dapat berbeda bergantung pada:
-
kompleksitas artikel;
-
ketersediaan reviewer;
-
kesesuaian reviewer dengan bidang artikel;
-
waktu yang diperlukan reviewer;
-
jumlah putaran revisi;
-
kecepatan respons penulis;
-
kebutuhan editorial tambahan.
Jurnal tidak menjamin penerimaan artikel dalam jangka waktu tertentu.
Apabila terjadi keterlambatan yang signifikan, editor dapat memberikan informasi kepada penulis mengenai status proses editorial.
Prinsip transparansi DOAJ juga menekankan bahwa jurnal tidak seharusnya menjamin penerimaan manuskrip atau menjanjikan waktu review yang sangat singkat.
20. Copyediting dan Finalisasi Artikel
Artikel yang telah memperoleh keputusan Accept akan memasuki tahap produksi.
Tahapan tersebut dapat meliputi:
-
Copyediting.
-
Pemeriksaan bahasa.
-
Layout artikel.
-
Pemeriksaan metadata.
-
Proofreading.
-
Konfirmasi galley proof.
-
Finalisasi artikel.
-
Publikasi melalui OJS.
Pada tahap ini, perubahan substansial terhadap isi artikel tidak diperbolehkan kecuali mendapat persetujuan editor.
21. Publikasi
Artikel yang telah menyelesaikan seluruh proses editorial dan produksi akan dipublikasikan secara daring melalui sistem OJS JURNAL ETNOSFER.
Informasi publikasi artikel dapat mencakup:
-
judul;
-
nama penulis;
-
afiliasi;
-
abstrak;
-
kata kunci;
-
tanggal submission;
-
tanggal acceptance;
-
tanggal publikasi;
-
referensi;
-
metadata artikel;
-
informasi hak cipta dan lisensi sesuai kebijakan jurnal.
22. Alur Proses Peer Review
Alur Utama
1. Manuskrip Dikirim melalui OJS
↓
2. Pemeriksaan Administratif
↓
3. Pemeriksaan Fokus dan Scope
↓
4. Pemeriksaan Similarity/Orisinalitas
↓
5. Editorial Screening
↓
6. Penunjukan Minimal Dua Reviewer
↓
7. Double-Blind Peer Review
↓
8. Evaluasi Reviewer
↓
9. Keputusan Editor
↓
10. Revisi oleh Penulis
↓
11. Review Ulang jika Diperlukan
↓
12. Keputusan Akhir
↓
13. Copyediting
↓
14. Layout & Proofreading
↓
15. Publikasi Online
23. Matriks Evaluasi Reviewer
Reviewer dapat menggunakan beberapa indikator berikut sebagai dasar evaluasi:
| Aspek | Indikator |
|---|---|
| Relevansi | Sesuai dengan fokus dan scope jurnal |
| Novelty | Memiliki unsur kebaruan yang jelas |
| Research Gap | Permasalahan dan kesenjangan penelitian teridentifikasi |
| Teori | Landasan teori relevan dan memadai |
| Metodologi | Metode tepat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan |
| Data | Data memadai dan relevan |
| Analisis | Analisis logis dan sesuai dengan tujuan |
| Hasil | Hasil disajikan secara jelas |
| Pembahasan | Pembahasan kritis dan terhubung dengan literatur |
| Kontribusi | Memberikan kontribusi ilmiah yang jelas |
| Referensi | Relevan, berkualitas, dan memadai |
| Bahasa | Jelas, akademik, dan sistematis |
| Etika | Memenuhi prinsip integritas penelitian dan publikasi |
24. Hak dan Tanggung Jawab Penulis
Penulis berhak:
-
memperoleh proses review yang adil;
-
memperoleh komentar reviewer yang relevan;
-
memperoleh informasi mengenai status manuskrip melalui OJS;
-
memperoleh keputusan editorial berdasarkan pertimbangan akademik;
-
meminta klarifikasi atas keputusan editorial melalui mekanisme yang tersedia.
Penulis bertanggung jawab untuk:
-
memberikan informasi yang benar;
-
merespons komentar reviewer secara profesional;
-
melakukan revisi dalam batas waktu yang ditetapkan;
-
menjaga integritas data;
-
memastikan orisinalitas artikel;
-
mengungkapkan konflik kepentingan;
-
mematuhi kebijakan etika publikasi jurnal.
25. Hak dan Tanggung Jawab Reviewer
Reviewer berhak:
-
memperoleh informasi yang diperlukan untuk melakukan penilaian;
-
menolak tugas review apabila tidak sesuai kompetensi;
-
menolak review apabila terdapat konflik kepentingan;
-
memperoleh waktu yang wajar untuk menyelesaikan review.
Reviewer bertanggung jawab untuk:
-
menjaga kerahasiaan manuskrip;
-
memberikan penilaian objektif;
-
memberikan komentar yang konstruktif;
-
menghindari bias;
-
menghindari komentar personal;
-
mengidentifikasi masalah etika yang ditemukan;
-
menyelesaikan review secara tepat waktu;
-
tidak menggunakan informasi manuskrip untuk kepentingan pribadi.
26. Penanganan Dugaan Pelanggaran Etika dalam Peer Review
Apabila selama proses review ditemukan dugaan:
-
plagiarisme;
-
fabrikasi data;
-
falsifikasi data;
-
manipulasi sitasi;
-
duplicate publication;
-
konflik kepentingan yang tidak diungkapkan;
-
manipulasi proses peer review;
-
atau bentuk pelanggaran etika lainnya,
editor dapat menghentikan sementara proses review dan melakukan investigasi sesuai dengan kebijakan etika publikasi JURNAL ETNOSFER.
Dalam penanganannya, jurnal dapat merujuk pada pedoman Committee on Publication Ethics (COPE).
27. Prinsip Profesionalisme
JURNAL ETNOSFER mengharapkan seluruh editor dan reviewer untuk menjalankan proses peer review dengan:
-
objektivitas;
-
independensi;
-
kerahasiaan;
-
integritas;
-
transparansi;
-
profesionalisme;
-
rasa hormat;
-
tanggung jawab akademik.
Komentar reviewer harus berfokus pada manuskrip dan kualitas ilmiahnya, bukan pada pribadi penulis.
COPE juga menekankan bahwa komentar reviewer sebaiknya spesifik, konstruktif, profesional, dan membantu editor maupun penulis dalam meningkatkan kualitas manuskrip.
28. Pernyataan JURNAL ETNOSFER
JURNAL ETNOSFER: Jurnal Budaya, Warisan, dan Peradaban berkomitmen menyelenggarakan proses peer review yang adil, objektif, independen, rahasia, dan berintegritas.
Penerapan Double-Blind Peer Review dimaksudkan untuk menjaga kualitas penilaian ilmiah serta mengurangi potensi bias dalam proses publikasi.
Setiap keputusan publikasi dibuat berdasarkan kualitas, relevansi, kebaruan, metodologi, kontribusi ilmiah, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.
JURNAL ETNOSFER tidak menjamin bahwa setiap manuskrip akan diterima dan tidak menjadikan proses peer review sebagai formalitas administratif. Peer review merupakan bagian substantif dari proses seleksi dan peningkatan kualitas artikel ilmiah.
Kebijakan ini disusun untuk mendukung praktik publikasi ilmiah yang bertanggung jawab dan sejalan dengan prinsip transparansi serta praktik terbaik penerbitan ilmiah.
JURNAL ETNOSFER: Jurnal Budaya, Warisan, dan Peradaban
Publisher: Cakrawala Nusa Press
Open Journal System (OJS)
Model Peer Review: Double-Blind Peer Review



