Fokus dan Cakupan
FOCUS AND SCOPE
Fokus dan Ruang Lingkup
JURNAL ETNOSFER : Jurnal Budaya, Warisan, dan Peradaban
Penerbit: Cakrawala Nusa Press
1. Fokus Jurnal
JURNAL ETNOSFER merupakan jurnal ilmiah nasional Open Access yang berfokus pada kajian budaya, warisan budaya, peradaban, identitas masyarakat, tradisi, bahasa, seni, sejarah, serta kearifan lokal dalam berbagai konteks sosial dan perkembangan masyarakat.
Jurnal ini menjadi ruang akademik untuk mendiseminasikan hasil penelitian, kajian konseptual, tinjauan pustaka, kajian kritis, dan inovasi ilmiah yang berkontribusi terhadap pemahaman, dokumentasi, pelestarian, pengembangan, dan transformasi budaya serta warisan peradaban.
JURNAL ETNOSFER mendorong penelitian yang tidak hanya mendokumentasikan fenomena budaya, tetapi juga menganalisis dinamika, makna, perubahan, tantangan, dan relevansinya terhadap kehidupan masyarakat kontemporer.
Kajian dapat dilakukan dalam konteks lokal, nasional, regional, maupun global, dengan perhatian khusus terhadap keberagaman budaya, identitas, warisan budaya, pengetahuan tradisional, dan hubungan antara budaya dengan perkembangan masyarakat.
2. Ruang Lingkup
JURNAL ETNOSFER menerima manuskrip yang berkaitan dengan berbagai bidang berikut:
A. Kajian Budaya dan Kebudayaan
Meliputi penelitian dan kajian mengenai:
-
budaya lokal dan budaya masyarakat;
-
kebudayaan Indonesia;
-
kebudayaan regional dan global;
-
dinamika kebudayaan;
-
perubahan dan transformasi budaya;
-
identitas budaya;
-
ekspresi budaya;
-
praktik budaya masyarakat;
-
nilai-nilai budaya;
-
simbol dan makna budaya;
-
representasi budaya;
-
relasi budaya dan masyarakat;
-
budaya populer;
-
budaya kontemporer;
-
budaya digital; dan
-
kajian lintas budaya.
B. Warisan Budaya
Meliputi kajian mengenai warisan budaya tangible maupun intangible, antara lain:
-
situs dan kawasan warisan budaya;
-
bangunan bersejarah;
-
artefak;
-
manuskrip dan naskah kuno;
-
benda budaya;
-
tradisi lisan;
-
ritual dan upacara adat;
-
pengetahuan tradisional;
-
praktik sosial masyarakat;
-
seni pertunjukan tradisional;
-
kerajinan tradisional;
-
kuliner tradisional;
-
permainan tradisional;
-
musik dan tari tradisional;
-
bahasa sebagai warisan budaya;
-
dokumentasi warisan budaya;
-
pelindungan dan pelestarian warisan budaya; dan
-
revitalisasi warisan budaya.
C. Peradaban dan Sejarah
Ruang lingkup ini mencakup kajian tentang:
-
perkembangan peradaban;
-
sejarah kebudayaan;
-
sejarah sosial;
-
sejarah lokal;
-
sejarah masyarakat;
-
sejarah intelektual;
-
sejarah seni dan budaya;
-
perkembangan masyarakat dan peradaban;
-
hubungan antarperadaban;
-
interaksi budaya;
-
pertukaran budaya;
-
migrasi dan mobilitas masyarakat;
-
kolonialisme dan warisan budaya;
-
perubahan peradaban;
-
memori kolektif; dan
-
sejarah dan identitas masyarakat.
D. Etnografi dan Antropologi Budaya
Jurnal menerima kajian yang menggunakan pendekatan etnografi dan antropologi untuk memahami:
-
kehidupan masyarakat;
-
struktur sosial dan budaya;
-
praktik budaya;
-
sistem nilai;
-
kepercayaan masyarakat;
-
hubungan kekerabatan;
-
komunitas adat;
-
identitas kelompok;
-
relasi sosial;
-
ritual dan simbol;
-
kehidupan sehari-hari;
-
pengetahuan lokal;
-
praktik ekonomi dan budaya;
-
relasi manusia dan lingkungan; serta
-
perubahan sosial-budaya.
Kajian dapat menggunakan pendekatan etnografi, antropologi budaya, antropologi sosial, etnologi, maupun pendekatan interdisipliner lainnya.
E. Kearifan Lokal dan Pengetahuan Tradisional
Ruang lingkup ini meliputi:
-
kearifan lokal;
-
pengetahuan tradisional;
-
sistem pengetahuan masyarakat;
-
pengobatan tradisional;
-
sistem pertanian tradisional;
-
pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat;
-
arsitektur tradisional;
-
teknologi tradisional;
-
hukum adat;
-
nilai dan norma lokal;
-
praktik kehidupan masyarakat adat;
-
pendidikan berbasis kearifan lokal;
-
ekonomi berbasis budaya;
-
ketahanan masyarakat berbasis pengetahuan lokal; dan
-
revitalisasi pengetahuan tradisional.
Jurnal memberikan perhatian terhadap penelitian yang mampu menjelaskan relevansi pengetahuan lokal dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan lingkungan.
F. Bahasa, Sastra, dan Tradisi Lisan
Meliputi kajian:
-
bahasa daerah;
-
linguistik budaya;
-
sosiolinguistik dalam konteks budaya;
-
bahasa dan identitas;
-
pelestarian bahasa;
-
revitalisasi bahasa daerah;
-
sastra daerah;
-
sastra lisan;
-
cerita rakyat;
-
folklor;
-
mitos dan legenda;
-
tradisi lisan;
-
naskah tradisional;
-
manuskrip;
-
simbolisme dalam sastra dan budaya;
-
sastra dan identitas masyarakat; dan
-
hubungan bahasa, sastra, dan kebudayaan.
G. Seni dan Ekspresi Budaya
Meliputi penelitian mengenai:
-
seni tradisional;
-
seni pertunjukan;
-
seni musik;
-
seni tari;
-
seni rupa;
-
seni kriya;
-
teater tradisional;
-
seni kontemporer;
-
seni dan identitas budaya;
-
estetika budaya;
-
kreativitas berbasis budaya;
-
pelestarian seni tradisional;
-
transformasi seni;
-
seni digital;
-
representasi budaya dalam seni; dan
-
hubungan seni, masyarakat, dan perubahan budaya.
H. Arkeologi dan Material Culture
Jurnal menerima kajian mengenai:
-
arkeologi budaya;
-
situs arkeologi;
-
artefak;
-
peninggalan sejarah;
-
budaya material;
-
permukiman masa lalu;
-
teknologi masa lalu;
-
arsitektur tradisional dan historis;
-
lanskap budaya;
-
interpretasi artefak;
-
dokumentasi situs;
-
konservasi peninggalan budaya; dan
-
pemanfaatan teknologi dalam penelitian arkeologi dan warisan budaya.
I. Museum, Arsip, dan Memori Budaya
Ruang lingkup meliputi:
-
pengelolaan museum;
-
museum dan pendidikan;
-
museum komunitas;
-
digitalisasi museum;
-
koleksi budaya;
-
dokumentasi budaya;
-
arsip sejarah;
-
arsip digital;
-
preservasi dokumen;
-
memori kolektif;
-
sejarah publik;
-
kurasi warisan budaya;
-
interpretasi koleksi;
-
partisipasi masyarakat dalam pelestarian warisan; dan
-
inovasi pengelolaan warisan budaya.
J. Budaya Digital dan Transformasi Teknologi
JURNAL ETNOSFER juga menerima kajian mengenai hubungan antara budaya dan teknologi, termasuk:
-
digitalisasi budaya;
-
digital heritage;
-
digital humanities;
-
dokumentasi budaya berbasis teknologi;
-
arsip digital;
-
media sosial dan budaya;
-
budaya internet;
-
komunitas digital;
-
representasi budaya pada platform digital;
-
preservasi budaya berbasis teknologi;
-
virtual museum;
-
teknologi informasi untuk pelestarian budaya;
-
pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dokumentasi dan kajian budaya;
-
teknologi imersif dan warisan budaya;
-
Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) untuk heritage; dan
-
transformasi budaya di era digital.
Penggunaan teknologi dalam penelitian harus tetap memperhatikan aspek etika, akurasi, hak cipta, privasi, dan integritas akademik.
K. Pariwisata Budaya dan Heritage Tourism
Meliputi kajian mengenai:
-
pariwisata berbasis budaya;
-
heritage tourism;
-
destinasi budaya;
-
wisata sejarah;
-
wisata desa berbasis budaya;
-
pengembangan destinasi warisan;
-
interpretasi warisan budaya;
-
ekonomi kreatif berbasis budaya;
-
pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata budaya;
-
dampak pariwisata terhadap budaya lokal;
-
keberlanjutan destinasi budaya;
-
pengelolaan situs warisan;
-
partisipasi komunitas; dan
-
pelestarian budaya dalam pengembangan pariwisata.
L. Pendidikan, Budaya, dan Pewarisan Nilai
Ruang lingkup ini mencakup:
-
pendidikan berbasis budaya;
-
pendidikan multikultural;
-
pendidikan kearifan lokal;
-
pendidikan warisan budaya;
-
pewarisan nilai budaya;
-
literasi budaya;
-
pembelajaran budaya;
-
pendidikan sejarah dan identitas;
-
revitalisasi budaya melalui pendidikan;
-
pengembangan bahan ajar berbasis budaya;
-
pendidikan masyarakat adat; dan
-
hubungan pendidikan, budaya, dan pembangunan karakter.
M. Masyarakat Adat dan Identitas Komunitas
Meliputi penelitian mengenai:
-
masyarakat adat;
-
komunitas lokal;
-
identitas komunitas;
-
hak budaya;
-
kelembagaan adat;
-
hukum dan norma adat;
-
praktik sosial masyarakat adat;
-
pengetahuan tradisional;
-
hubungan masyarakat adat dengan lingkungan;
-
perubahan identitas;
-
marginalisasi dan inklusi budaya;
-
ketahanan budaya komunitas; dan
-
pemberdayaan masyarakat berbasis budaya.
N. Budaya, Lingkungan, dan Pembangunan Berkelanjutan
Jurnal menerima penelitian yang mengkaji hubungan antara:
budaya — masyarakat — lingkungan — pembangunan berkelanjutan.
Topik dapat meliputi:
-
budaya dan konservasi lingkungan;
-
kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan;
-
cultural landscape;
-
warisan alam dan budaya;
-
keberlanjutan komunitas;
-
adaptasi budaya terhadap perubahan iklim;
-
ketahanan masyarakat;
-
pembangunan berkelanjutan berbasis budaya;
-
konservasi berbasis masyarakat;
-
budaya dan pengelolaan sumber daya alam; dan
-
integrasi nilai budaya dalam pembangunan berkelanjutan.O. Globalisasi dan Perubahan Budaya
Ruang lingkup ini mencakup:
-
globalisasi budaya;
-
perubahan identitas;
-
hibriditas budaya;
-
akulturasi;
-
asimilasi;
-
difusi budaya;
-
diaspora;
-
migrasi dan budaya;
-
budaya transnasional;
-
hubungan budaya lokal dan global;
-
komodifikasi budaya;
-
homogenisasi budaya;
-
revitalisasi identitas lokal; dan
-
negosiasi identitas dalam masyarakat global.
P. Kebijakan, Pelindungan, dan Tata Kelola Warisan Budaya
Meliputi kajian:
-
kebijakan kebudayaan;
-
tata kelola warisan budaya;
-
regulasi kebudayaan;
-
pelindungan warisan budaya;
-
konservasi;
-
pengelolaan situs budaya;
-
peran pemerintah;
-
peran komunitas;
-
kolaborasi pemerintah dan masyarakat;
-
kebijakan museum;
-
diplomasi budaya;
-
cultural governance;
-
pengelolaan konflik warisan budaya; dan
-
strategi pelestarian budaya.
3. Pendekatan dan Metodologi
JURNAL ETNOSFER terbuka terhadap berbagai pendekatan metodologis yang sesuai dengan karakteristik penelitian budaya dan humaniora.
Pendekatan yang dapat digunakan antara lain:
-
kualitatif;
-
kuantitatif;
-
mixed methods;
-
etnografi;
-
studi kasus;
-
fenomenologi;
-
grounded theory;
-
analisis wacana;
-
analisis semiotika;
-
analisis historis;
-
kajian komparatif;
-
kajian arsip;
-
analisis teks;
-
oral history;
-
participatory research;
-
community-based research;
-
digital humanities;
-
visual ethnography; dan
-
pendekatan multidisiplin atau interdisiplin lainnya.
Pemilihan metode harus disesuaikan dengan pertanyaan penelitian, karakteristik data, tujuan penelitian, serta standar ilmiah bidang yang digunakan.
4. Pendekatan Interdisipliner
JURNAL ETNOSFER secara khusus mendorong penelitian interdisipliner dan multidisipliner yang menghubungkan kajian budaya dengan bidang lain.
Bidang yang dapat dikolaborasikan antara lain:
-
antropologi;
-
sosiologi;
-
sejarah;
-
arkeologi;
-
linguistik;
-
sastra;
-
pendidikan;
-
seni;
-
geografi;
-
pariwisata;
-
komunikasi;
-
teknologi informasi;
-
digital humanities;
-
ilmu lingkungan;
-
pembangunan berkelanjutan;
-
ekonomi kreatif;
-
studi masyarakat;
-
kajian media; dan
-
bidang lain yang relevan dengan budaya, warisan, dan peradaban.
Penelitian interdisipliner harus tetap menunjukkan hubungan yang jelas antara perspektif yang digunakan dan permasalahan budaya yang dikaji.
5. Jenis Artikel yang Diterima
JURNAL ETNOSFER menerima beberapa jenis manuskrip ilmiah, antara lain:
5.1 Original Research Article
Artikel yang menyajikan hasil penelitian orisinal dengan metodologi yang jelas, analisis yang memadai, dan kontribusi ilmiah terhadap bidang budaya, warisan, atau peradaban.
5.2 Review Article
Artikel yang menyajikan tinjauan kritis dan sistematis terhadap literatur ilmiah mengenai topik tertentu yang relevan dengan fokus jurnal.
5.3 Conceptual Article
Artikel yang mengembangkan konsep, kerangka teoritis, perspektif, atau argumentasi akademik mengenai persoalan budaya, warisan, dan peradaban.
5.4 Case Study
Kajian mendalam terhadap kasus budaya, komunitas, situs, tradisi, kebijakan, institusi, atau fenomena tertentu yang memiliki nilai ilmiah dan relevansi lebih luas.
5.5 Critical and Theoretical Studies
Kajian teoritis dan kritis yang memberikan interpretasi baru atau perspektif alternatif terhadap persoalan budaya dan humaniora.
6. Konteks Wilayah Kajian
JURNAL ETNOSFER menerima penelitian dari berbagai wilayah.
Kajian dapat berfokus pada:
-
masyarakat lokal;
-
Indonesia;
-
Asia Tenggara;
-
Asia;
-
kawasan regional lainnya; maupun
-
konteks internasional dan global.
Penelitian mengenai budaya lokal sangat dianjurkan apabila penelitian tersebut memberikan analisis ilmiah yang kuat dan memiliki kontribusi terhadap pemahaman yang lebih luas mengenai budaya, warisan, atau peradaban.
7. Kriteria Kesesuaian Manuskrip
Manuskrip yang dikirimkan ke JURNAL ETNOSFER diharapkan:
-
sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal;
-
memiliki permasalahan atau pertanyaan penelitian yang jelas;
-
memiliki dasar teori atau kerangka konseptual yang memadai;
-
menggunakan metodologi yang sesuai;
-
menyajikan analisis yang sistematis;
-
memberikan kontribusi ilmiah;
-
memiliki unsur orisinalitas;
-
menggunakan referensi akademik yang relevan;
-
memperhatikan etika penelitian dan publikasi; dan
-
tidak sedang diproses atau diterbitkan pada jurnal lain.
Artikel yang hanya mendeskripsikan suatu objek budaya tanpa analisis ilmiah yang memadai dapat dinilai tidak sesuai dengan standar kontribusi ilmiah jurnal.
8. Batasan Ruang Lingkup
JURNAL ETNOSFER tidak membatasi penelitian hanya pada budaya tradisional, tetapi juga menerima kajian mengenai budaya kontemporer dan transformasi budaya.
Namun, manuskrip harus memiliki hubungan substantif dengan salah satu atau lebih aspek:
budaya, warisan, peradaban, identitas, tradisi, kearifan lokal, masyarakat, bahasa, seni, sejarah, atau transformasi budaya.
Artikel yang tidak memiliki hubungan substantif dengan fokus tersebut dapat ditolak pada tahap editorial screening tanpa dilanjutkan ke proses peer review.
9. Prioritas Publikasi
JURNAL ETNOSFER memberikan perhatian khusus terhadap manuskrip yang:
-
menawarkan temuan baru;
-
mendokumentasikan budaya yang belum banyak dikaji;
-
mengembangkan perspektif teoritis baru;
-
memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya;
-
mengangkat suara dan perspektif komunitas;
-
mengintegrasikan pendekatan multidisiplin;
-
memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab;
-
menghubungkan budaya dengan pembangunan berkelanjutan;
-
memberikan implikasi bagi kebijakan kebudayaan;
-
memperkuat dokumentasi dan preservasi warisan budaya; atau
-
memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu budaya dan humaniora.
10. Prinsip Inklusivitas dan Keberagaman
JURNAL ETNOSFER menghargai keberagaman budaya, bahasa, identitas, komunitas, perspektif, dan tradisi.
Penelitian yang berkaitan dengan kelompok masyarakat atau komunitas tertentu harus dilakukan dengan menghormati:
-
martabat manusia;
-
hak komunitas;
-
privasi;
-
persetujuan yang diperlukan;
-
kepemilikan dan pengetahuan tradisional;
-
hak atas warisan budaya;
-
konteks sosial dan budaya masyarakat; dan
-
prinsip etika penelitian.
Peneliti bertanggung jawab memastikan bahwa proses penelitian tidak mengeksploitasi komunitas atau menghilangkan konteks budaya dari data yang digunakan.
11. Pernyataan Focus and Scope
JURNAL ETNOSFER : Jurnal Budaya, Warisan, dan Peradaban berfokus pada penelitian dan kajian ilmiah mengenai budaya, warisan budaya, peradaban, identitas masyarakat, tradisi, bahasa, seni, sejarah, kearifan lokal, serta transformasi budaya dalam konteks lokal, nasional, regional, dan global.
Jurnal menerima penelitian orisinal, artikel konseptual, tinjauan pustaka, kajian kritis, dan studi kasus yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, dokumentasi, pelestarian, pemahaman, dan pengembangan budaya serta warisan peradaban.
JURNAL ETNOSFER mendorong pendekatan multidisiplin dan interdisiplin yang menghubungkan kajian budaya dengan ilmu sosial, humaniora, pendidikan, pariwisata, geografi, teknologi digital, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Manuskrip harus memiliki hubungan substantif dengan fokus jurnal dan memenuhi standar akademik, metodologis, etika penelitian, serta integritas publikasi ilmiah.
Kata Kunci Bidang Kajian
Budaya; Kebudayaan; Warisan Budaya; Peradaban; Kearifan Lokal; Etnografi; Antropologi; Sejarah; Seni; Bahasa; Sastra; Folklor; Tradisi; Masyarakat Adat; Identitas Budaya; Arkeologi; Museum; Digital Heritage; Digital Humanities; Pariwisata Budaya; Kebijakan Kebudayaan; Pelestarian Budaya; Transformasi Budaya; Budaya Digital; Pembangunan Berkelanjutan.



