Generative AI Policy
GENERATIVE AI POLICY
KEBIJAKAN PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE
JURNAL SOCIOSFER : Jurnal Masyarakat, Kebijakan, dan Pembangunan Berkelanjutan
JURNAL SOCIOSFER : Jurnal Masyarakat, Kebijakan, dan Pembangunan Berkelanjutan mengakui bahwa teknologi Artificial Intelligence (AI), termasuk Generative Artificial Intelligence (Generative AI), Large Language Models (LLMs), chatbots, AI-assisted writing tools, dan teknologi pembangkitan gambar atau data, dapat memberikan manfaat dalam mendukung kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah.
Namun, penggunaan AI dalam proses akademik harus dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, etis, dan tetap berada di bawah kendali manusia.
Kebijakan ini dibuat untuk memberikan pedoman kepada penulis, reviewer, editor, dan pengelola jurnal mengenai penggunaan Generative AI dalam proses penelitian, penyusunan manuskrip, peer review, editorial, dan publikasi.
Prinsip utama kebijakan ini adalah bahwa AI merupakan alat bantu dan bukan pengganti tanggung jawab akademik manusia.
1. Ruang Lingkup
Kebijakan ini berlaku untuk penggunaan teknologi AI dalam:
-
penyusunan manuskrip;
-
penyuntingan bahasa;
-
penerjemahan;
-
pengembangan ide penelitian;
-
analisis atau pemrosesan data;
-
pemrograman atau pembuatan kode;
-
pembuatan tabel atau visualisasi;
-
pembuatan atau modifikasi gambar;
-
pembuatan materi tambahan;
-
peer review;
-
proses editorial; dan
-
kegiatan lain yang berkaitan dengan publikasi di JURNAL SOCIOSFER.
Teknologi yang dimaksud dapat mencakup, tetapi tidak terbatas pada:
-
Large Language Models (LLMs);
-
chatbot;
-
AI writing assistants;
-
AI translation tools;
-
AI image generators;
-
AI coding assistants;
-
AI data-analysis tools; dan
-
sistem AI generatif lainnya.
2. Prinsip Dasar Penggunaan AI
Penggunaan AI dalam publikasi JURNAL SOCIOSFER harus memenuhi prinsip:
-
Transparansi
Penggunaan AI yang substantif harus diungkapkan secara jelas. -
Akuntabilitas
Penulis, reviewer, dan editor manusia tetap bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang mereka lakukan. -
Akurasi
Informasi yang dihasilkan AI harus diperiksa dan diverifikasi oleh manusia. -
Orisinalitas
Penggunaan AI tidak boleh digunakan untuk melakukan plagiarisme atau menyamarkan penggunaan karya pihak lain. -
Kerahasiaan
Informasi rahasia dan manuskrip yang belum diterbitkan harus dilindungi dari pengungkapan kepada layanan AI yang tidak menjamin kerahasiaan. -
Integritas Akademik
AI tidak boleh digunakan untuk memalsukan, merekayasa, atau memanipulasi penelitian. -
Pengawasan Manusia
Penggunaan AI harus berada di bawah pengawasan manusia (human oversight).
Prinsip tersebut sejalan dengan rekomendasi penerbitan ilmiah yang menempatkan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas akurasi, integritas, dan orisinalitas materi yang dihasilkan dengan bantuan AI.
3. Penggunaan AI oleh Penulis
Penulis diperbolehkan menggunakan AI sebagai alat bantu dalam proses penelitian dan penyusunan manuskrip sepanjang penggunaannya dilakukan secara bertanggung jawab.
Contoh penggunaan yang dapat diperbolehkan meliputi:
-
pemeriksaan tata bahasa;
-
perbaikan struktur kalimat;
-
penyuntingan bahasa;
-
penerjemahan awal;
-
bantuan memahami konsep;
-
brainstorming atau pengembangan ide;
-
bantuan pemrograman;
-
bantuan eksplorasi atau analisis data;
-
pembuatan visualisasi;
-
bantuan format atau struktur manuskrip.
Penggunaan AI tidak boleh menghilangkan kontribusi intelektual penulis atau mengalihkan tanggung jawab ilmiah kepada sistem AI.
Penulis tetap bertanggung jawab sepenuhnya terhadap isi artikel.
4. Penggunaan AI untuk Penulisan Teks
Penggunaan Generative AI untuk membantu menghasilkan teks diperbolehkan apabila:
-
penulis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh;
-
isi yang dihasilkan sesuai dengan fakta;
-
tidak terdapat plagiarisme;
-
sumber informasi diverifikasi;
-
referensi diperiksa;
-
tidak terdapat kutipan palsu;
-
tidak terdapat klaim yang tidak didukung bukti; dan
-
penggunaan AI diungkapkan apabila bersifat substantif.
AI tidak boleh digunakan sebagai pengganti pemikiran, analisis, interpretasi, atau argumentasi ilmiah penulis.
Penulis tidak boleh menyerahkan teks yang dihasilkan AI sebagai karya ilmiah yang sepenuhnya dihasilkan oleh manusia tanpa melakukan verifikasi dan pengolahan intelektual yang memadai.
5. Penggunaan AI untuk Pemeriksaan Bahasa
Penggunaan AI untuk:
-
grammar checking;
-
spelling;
-
punctuation;
-
language polishing;
-
translation assistance; atau
-
penyempurnaan gaya bahasa
dapat dilakukan sebagai bantuan editorial.
Untuk penggunaan yang bersifat terbatas, seperti koreksi tata bahasa, pengungkapan khusus dapat tidak diperlukan apabila penggunaan tersebut tidak menghasilkan kontribusi substantif terhadap isi ilmiah.
Namun, apabila AI digunakan untuk menghasilkan atau mengubah substansi, argumentasi, interpretasi, atau struktur intelektual artikel secara signifikan, penggunaan tersebut harus diungkapkan.
Pedoman ICMJE membedakan penggunaan AI untuk koreksi bahasa sederhana dari penggunaan yang menghasilkan konten substantif, dengan tetap menempatkan tanggung jawab akhir pada penulis manusia.
6. Penggunaan AI untuk Analisis Data
AI dapat digunakan untuk membantu:
-
pemrosesan data;
-
eksplorasi data;
-
pemrograman;
-
analisis statistik;
-
pengembangan model;
-
klasifikasi;
-
visualisasi; atau
-
analisis komputasional lainnya,
apabila metode tersebut sesuai dengan desain penelitian.
Jika AI digunakan dalam analisis penelitian, penulis harus menjelaskan penggunaannya secara memadai sehingga proses penelitian dapat dipahami dan, apabila relevan, direplikasi.
Informasi yang dapat dicantumkan meliputi:
-
nama alat atau platform AI;
-
versi/model apabila tersedia;
-
tujuan penggunaan;
-
jenis data yang diproses;
-
tahapan penggunaannya;
-
metode validasi hasil; dan
-
tindakan yang dilakukan penulis untuk memverifikasi output.
Penggunaan AI tidak menghilangkan kewajiban penulis untuk memeriksa validitas dan reliabilitas hasil penelitian.
7. Penggunaan AI untuk Pembuatan Gambar
AI dapat digunakan untuk membantu menghasilkan atau memodifikasi gambar apabila penggunaannya tidak melanggar prinsip etika, hak cipta, atau integritas ilmiah.
Apabila gambar AI memiliki peran substantif dalam artikel, penulis harus mengungkapkan:
-
bahwa gambar dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI;
-
nama alat/platform;
-
tujuan penggunaannya; dan
-
bagian gambar yang dihasilkan atau dimodifikasi.
AI tidak boleh digunakan untuk memanipulasi hasil penelitian secara menyesatkan.
Khusus untuk gambar atau visualisasi yang merepresentasikan data penelitian, penulis harus memastikan bahwa visualisasi tersebut secara akurat menggambarkan data asli.
8. AI Tidak Dapat Menjadi Penulis
JURNAL SOCIOSFER tidak mengakui Artificial Intelligence sebagai penulis atau co-author.
AI tidak dapat dicantumkan sebagai:
-
penulis pertama;
-
penulis kedua;
-
corresponding author;
-
co-author; atau
-
pihak yang memiliki tanggung jawab kepengarangan.
Alasannya adalah AI tidak dapat:
-
bertanggung jawab terhadap artikel;
-
menyetujui versi final;
-
mengungkapkan konflik kepentingan;
-
memberikan persetujuan publikasi;
-
mempertanggungjawabkan integritas penelitian; atau
-
menjawab pertanyaan mengenai validitas karya ilmiah.
Prinsip ini juga ditegaskan dalam pedoman ICMJE bahwa chatbot dan teknologi AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis karena tidak dapat bertanggung jawab atas akurasi, integritas, dan orisinalitas karya.
9. AI Tidak Boleh Dicantumkan sebagai Sumber Utama
Generative AI tidak boleh digunakan atau dicantumkan sebagai pengganti sumber ilmiah primer.
Penulis harus mengutamakan sumber yang dapat diverifikasi, seperti:
-
artikel jurnal;
-
buku akademik;
-
laporan penelitian;
-
dokumen pemerintah;
-
data resmi;
-
prosiding ilmiah;
-
standar akademik; dan
-
sumber ilmiah terpercaya lainnya.
Penulis wajib memverifikasi setiap referensi yang diperoleh dengan bantuan AI.
AI dapat menghasilkan:
-
referensi yang tidak ada;
-
DOI palsu;
-
nama penulis yang salah;
-
judul artikel yang tidak akurat;
-
informasi bibliografis yang keliru; atau
-
interpretasi sumber yang tidak sesuai.
Oleh karena itu, seluruh referensi harus diperiksa terhadap sumber aslinya.
DOAJ juga menyatakan bahwa Generative AI tidak seharusnya dicantumkan sebagai sumber sitasi.
10. Kewajiban Verifikasi Penulis
Penulis bertanggung jawab melakukan verifikasi terhadap seluruh output AI.
Verifikasi harus mencakup:
-
fakta;
-
angka;
-
statistik;
-
kutipan;
-
referensi;
-
DOI;
-
nama penulis;
-
teori;
-
metode;
-
interpretasi;
-
tabel;
-
gambar;
-
kode;
-
hasil analisis; dan
-
kesimpulan.
Penulis tidak dapat menggunakan alasan bahwa kesalahan berasal dari AI untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan dalam manuskrip.
11. AI dan Plagiarisme
Penggunaan AI tidak membebaskan penulis dari kewajiban mematuhi kebijakan plagiarisme JURNAL SOCIOSFER.
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa manuskrip:
-
bebas dari plagiarisme;
-
tidak menyalin karya pihak lain tanpa atribusi;
-
tidak menggunakan kutipan tanpa sumber;
-
tidak menyamarkan karya pihak lain sebagai karya sendiri;
-
tidak mengandung referensi palsu; dan
-
tidak mengandung materi yang melanggar hak cipta.
Penulis juga harus memeriksa kemungkinan bahwa output AI mengandung materi yang berasal dari sumber pihak ketiga tanpa atribusi yang sesuai.
ICMJE menegaskan bahwa manusia tetap bertanggung jawab memastikan tidak terjadi plagiarisme pada teks maupun gambar yang dihasilkan dengan bantuan AI serta memastikan atribusi dan sitasi yang tepat.
12. AI dan Fabrikasi Data
AI tidak boleh digunakan untuk:
-
membuat data penelitian palsu;
-
membuat responden fiktif;
-
menghasilkan hasil eksperimen yang tidak pernah dilakukan;
-
menciptakan hasil statistik yang tidak berasal dari data;
-
memanipulasi hasil penelitian;
-
membuat bukti penelitian palsu;
-
membuat gambar penelitian palsu; atau
-
menyusun informasi seolah-olah berasal dari penelitian yang sebenarnya tidak dilakukan.
Penggunaan AI untuk menghasilkan data sintetis hanya dapat diterima apabila hal tersebut merupakan bagian sah dari desain penelitian dan dijelaskan secara transparan dalam metode penelitian.
13. AI dan Falsifikasi Data
Penulis dilarang menggunakan AI untuk mengubah atau memanipulasi:
-
angka penelitian;
-
hasil statistik;
-
gambar;
-
grafik;
-
tabel;
-
rekaman observasi;
-
transkrip;
-
hasil wawancara;
-
data responden; atau
-
bukti penelitian
dengan tujuan menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan.
Manipulasi semacam itu dapat dianggap sebagai pelanggaran integritas penelitian.
14. Pengungkapan Penggunaan AI oleh Penulis
Penggunaan AI yang bersifat substantif harus diungkapkan pada saat pengajuan manuskrip.
Pengungkapan harus menjelaskan:
-
nama alat/platform AI;
-
tujuan penggunaan;
-
bagian penelitian atau manuskrip yang menggunakan AI;
-
jenis bantuan yang diberikan;
-
apakah AI digunakan untuk teks, analisis, kode, gambar, atau fungsi lainnya; dan
-
bagaimana output AI diverifikasi oleh penulis.
Contoh pernyataan:
Pernyataan Penggunaan AI: Dalam penyusunan manuskrip ini, penulis menggunakan [nama alat AI] untuk membantu [jelaskan fungsi, misalnya pemeriksaan bahasa/pengembangan kode/analisis awal]. Seluruh output yang dihasilkan telah diperiksa, diverifikasi, dan diedit oleh penulis. Penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas keakuratan, orisinalitas, integritas, dan isi akhir manuskrip.
Untuk penggunaan AI dalam metode penelitian, penjelasan yang lebih rinci dapat ditempatkan pada bagian Methods/Metodologi.
15. Penggunaan AI oleh Reviewer
Reviewer harus menjaga kerahasiaan manuskrip yang diterima.
Reviewer tidak diperbolehkan mengunggah manuskrip, bagian manuskrip, tabel, data, gambar, atau informasi rahasia ke layanan Generative AI publik apabila kerahasiaannya tidak dapat dijamin.
Reviewer juga tidak boleh menggunakan AI untuk menggantikan penilaian ilmiah mereka.
AI tidak boleh digunakan untuk secara otomatis menghasilkan keseluruhan laporan peer review.
Jika penggunaan AI untuk membantu review diperbolehkan secara khusus oleh jurnal, reviewer harus:
-
menjaga kerahasiaan manuskrip;
-
tidak memasukkan informasi rahasia ke layanan yang tidak aman;
-
memverifikasi seluruh output;
-
tetap melakukan evaluasi intelektual sendiri; dan
-
mengungkapkan penggunaan AI kepada editor apabila diwajibkan.
Pedoman ICMJE menekankan bahwa reviewer harus mengikuti kebijakan jurnal atau meminta izin sebelum menggunakan AI untuk membantu review, karena kewajiban menjaga kerahasiaan manuskrip dapat melarang pengunggahan manuskrip ke layanan AI tertentu.
16. Larangan AI untuk Menghasilkan Keputusan Peer Review
Reviewer tidak boleh menyerahkan sepenuhnya kepada AI keputusan mengenai:
-
Accept;
-
Minor Revision;
-
Major Revision;
-
Reject; atau
-
rekomendasi editorial lainnya.
Keputusan review harus berasal dari evaluasi profesional reviewer.
AI tidak boleh menggantikan:
-
penilaian metodologis;
-
evaluasi kebaruan;
-
evaluasi validitas;
-
penilaian kontribusi ilmiah;
-
evaluasi etika penelitian; atau
-
pertimbangan akademik reviewer.
DOAJ merekomendasikan agar reviewer dan editor tidak menggunakan Generative AI untuk membuat penilaian karena adanya risiko kerahasiaan, bias, umpan balik yang dangkal, serta informasi palsu.
17. Penggunaan AI oleh Editor
Editor dapat menggunakan teknologi AI secara terbatas untuk membantu pekerjaan administratif atau teknis apabila:
-
penggunaannya aman;
-
kerahasiaan manuskrip dapat dijamin;
-
alat telah diuji secara memadai;
-
penggunaannya tidak menggantikan keputusan editorial; dan
-
terdapat pengawasan manusia.
Editor tidak boleh menggunakan AI untuk mengambil keputusan publikasi secara otomatis.
Keputusan editorial harus tetap didasarkan pada:
-
kualitas manuskrip;
-
hasil peer review;
-
relevansi;
-
orisinalitas;
-
metodologi;
-
kontribusi ilmiah;
-
etika penelitian; dan
-
pertimbangan editorial lainnya.
18. AI dalam Copyediting dan Produksi
Apabila JURNAL SOCIOSFER atau penerbit menggunakan AI dalam:
-
copyediting;
-
pemeriksaan bahasa;
-
pemeriksaan metadata;
-
pengelompokan informasi;
-
pembuatan format;
-
produksi konten tambahan; atau
-
fungsi teknis lainnya,
penggunaannya harus berada di bawah pengawasan manusia.
AI tidak boleh melakukan perubahan substansial terhadap artikel tanpa pemeriksaan editor.
Apabila penggunaan AI tersebut berdampak material terhadap artikel, jurnal dapat mengungkapkan penggunaan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan transparansi publikasi.
19. Perlindungan Data dan Informasi Rahasia
Pengguna JURNAL SOCIOSFER harus berhati-hati ketika menggunakan layanan AI.
Informasi berikut tidak boleh dimasukkan ke layanan AI publik yang tidak memberikan jaminan kerahasiaan yang memadai:
-
manuskrip yang sedang direview;
-
laporan reviewer;
-
data responden;
-
informasi pribadi;
-
data penelitian rahasia;
-
informasi identitas reviewer;
-
komunikasi editorial rahasia;
-
data institusi yang bersifat rahasia; dan
-
dokumen internal jurnal.
Manuskrip yang dikirimkan kepada jurnal merupakan komunikasi akademik yang bersifat rahasia. ICMJE menegaskan bahwa editor, reviewer, dan publisher tidak seharusnya mengunggah manuskrip ke sistem AI apabila kerahasiaannya tidak dapat dijamin tanpa izin penulis.
20. AI dan Data Pribadi
Apabila penelitian melibatkan data pribadi atau data sensitif, penulis harus memastikan bahwa penggunaan AI tidak menyebabkan:
-
pengungkapan identitas responden;
-
pelanggaran kerahasiaan;
-
penggunaan data tanpa dasar etis;
-
transfer data kepada pihak yang tidak berwenang; atau
-
pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan data yang berlaku.
Data yang telah dianonimkan tetap harus diperlakukan dengan hati-hati apabila terdapat kemungkinan identitas individu dapat direkonstruksi.
21. AI dan Hak Cipta
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa penggunaan AI tidak melanggar:
-
hak cipta;
-
hak kekayaan intelektual;
-
hak moral;
-
hak penggunaan gambar;
-
lisensi perangkat lunak; atau
-
hak pihak ketiga lainnya.
Jika output AI menggunakan atau menghasilkan materi yang memerlukan izin atau atribusi, penulis wajib memenuhi persyaratan tersebut.
Penulis juga harus memahami ketentuan penggunaan dan lisensi platform AI yang digunakan.
22. AI dan Bias
Penulis, reviewer, dan editor harus menyadari bahwa AI dapat menghasilkan output yang:
-
bias;
-
tidak lengkap;
-
tidak akurat;
-
diskriminatif;
-
tidak relevan;
-
menyesatkan; atau
-
memiliki kecenderungan tertentu berdasarkan data pelatihan.
Karena itu, output AI tidak boleh diterima secara otomatis sebagai fakta.
Evaluasi manusia harus selalu dilakukan sebelum output AI digunakan dalam artikel atau proses editorial.
23. Ketidakakuratan dan Halusinasi AI
Generative AI dapat menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan tetapi sebenarnya tidak benar (AI hallucination).
Oleh karena itu, penulis harus melakukan verifikasi terhadap:
-
fakta;
-
angka;
-
sumber;
-
referensi;
-
DOI;
-
kutipan;
-
teori;
-
hasil penelitian;
-
nama organisasi;
-
nama peneliti; dan
-
informasi lainnya.
Kesalahan yang berasal dari AI tetap menjadi tanggung jawab penulis apabila masuk ke dalam manuskrip yang disubmit atau diterbitkan.
24. Ketidakpatuhan terhadap Kebijakan AI
Apabila ditemukan penggunaan AI yang tidak sesuai dengan kebijakan ini, JURNAL SOCIOSFER dapat meminta penulis memberikan klarifikasi.
Apabila ditemukan pelanggaran serius, jurnal dapat mengambil tindakan berupa:
-
meminta revisi;
-
meminta pengungkapan penggunaan AI;
-
meminta penghapusan materi tertentu;
-
melakukan pemeriksaan tambahan;
-
menunda proses editorial;
-
menolak manuskrip;
-
menerbitkan koreksi;
-
melakukan tindakan pascapublikasi; atau
-
melakukan tindakan lain sesuai dengan kebijakan etika publikasi jurnal.
Ketidakjujuran mengenai penggunaan AI dapat diperlakukan sebagai masalah integritas publikasi apabila penggunaan tersebut memiliki dampak material terhadap artikel atau proses editorial.
25. AI dan Integritas Akademik
Penggunaan AI tidak boleh digunakan untuk menghindari tanggung jawab akademik.
Penulis tetap harus:
-
melakukan penelitian yang sebenarnya;
-
menggunakan data yang valid;
-
memberikan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan;
-
menggunakan referensi yang benar;
-
menyajikan hasil secara jujur;
-
mengakui kontribusi pihak lain;
-
mengungkapkan konflik kepentingan;
-
mematuhi etika penelitian; dan
-
bertanggung jawab terhadap isi artikel.
AI hanya berfungsi sebagai alat bantu dan tidak mengalihkan tanggung jawab akademik dari manusia.
26. Ringkasan Kebijakan
| Penggunaan AI | Status |
|---|---|
| Pemeriksaan grammar dan spelling | Diperbolehkan |
| Language polishing | Diperbolehkan |
| Bantuan penerjemahan | Diperbolehkan dengan verifikasi |
| Brainstorming ide | Diperbolehkan |
| Bantuan coding | Diperbolehkan dengan verifikasi |
| Analisis data | Diperbolehkan dengan pengungkapan dan validasi |
| Pembuatan gambar | Diperbolehkan dengan pengungkapan dan ketentuan etika |
| Pembuatan teks substantif | Diperbolehkan dengan pengungkapan dan verifikasi |
| AI sebagai penulis | Tidak diperbolehkan |
| AI sebagai corresponding author | Tidak diperbolehkan |
| AI sebagai sumber utama | Tidak diperbolehkan |
| Referensi AI yang tidak diverifikasi | Tidak diperbolehkan |
| Fabrikasi data menggunakan AI | Dilarang |
| Falsifikasi hasil menggunakan AI | Dilarang |
| Upload manuskrip rahasia ke AI publik | Dilarang |
| AI menggantikan keputusan reviewer | Tidak diperbolehkan |
| AI menggantikan keputusan editor | Tidak diperbolehkan |
27. Tanggung Jawab Manusia
Terlepas dari tingkat penggunaan AI, manusia tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap:
-
akurasi;
-
orisinalitas;
-
integritas;
-
validitas;
-
etika;
-
keamanan data;
-
kepatuhan hak cipta;
-
kualitas ilmiah; dan
-
isi akhir publikasi.
Penggunaan AI tidak dapat dijadikan alasan untuk membebaskan penulis, reviewer, editor, atau pengelola jurnal dari tanggung jawab profesional mereka.
28. Komitmen JURNAL SOCIOSFER
JURNAL SOCIOSFER berkomitmen untuk mengikuti perkembangan praktik terbaik dalam penggunaan AI pada penerbitan ilmiah.
Jurnal akan terus meninjau kebijakan ini seiring perkembangan:
-
teknologi AI;
-
praktik penerbitan ilmiah;
-
standar etika publikasi;
-
perlindungan data;
-
hak kekayaan intelektual;
-
kebijakan pengindeksan; dan
-
regulasi yang relevan.
Kebijakan ini menempatkan transparansi, integritas akademik, kerahasiaan, akuntabilitas manusia, dan kualitas ilmiah sebagai prinsip utama.
JURNAL SOCIOSFER mendukung penggunaan teknologi AI yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas penelitian, tetapi tidak mendukung penggunaan AI yang mengurangi integritas, orisinalitas, atau tanggung jawab ilmiah.
Pernyataan Utama
AI adalah alat bantu, bukan penulis. Manusia tetap bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penelitian, manuskrip, proses peer review, keputusan editorial, dan publikasi.
JURNAL SOCIOSFER : Jurnal Masyarakat, Kebijakan, dan Pembangunan Berkelanjutan
Generative AI Policy
Status: Berlaku
Terakhir diperbarui: [Isi tanggal pembaruan]



